Adakan Kursus Menjahit Bagi Komunitas Binaan
Artikel oleh: admin pada December 15, 2011 pukul 03:00 WIB. Belum ada komentar
Dalam mendukung pengembangan kewirausahaan, YDSF Surabaya menyelenggarakan pelatihan menjahit bagi warga binaan komunitas perkotaan. Pelatihan yang diselenggarakan di wilayah Ngagel Rejo Surabaya, tepatnya di Jalan Krukah Utara VII B ini diikuti oleh puluhan peserta yang umumnya berprofesi sebagai penjahit.
Menurut Khoirul Anam, penanggung jawab kegiatan, tujuan program pelatihan ini untuk memberdayakan masyarakat dhuafa agar memiliki keterampilan berwirausaha serta agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. “Peserta dipilih dari golongan menengah ke bawah agar manfaat bisa lebih dirasakan. Pelatihan ini gratis dan berlangsung selama 6 bulan ke depan sejak awal Desember 2011 ini. Pascapelatihan peserta akan terus mendapatkan pendampingan,” jelasnya.
Perekrutan peserta terbatas wilayah Kelurahan Ngagel Rejo. Namun minat masyarakat terhadap kegiatan ini begitu tinggi hingga calon peserta dari luar Ngagel Rejo pun turut mendaftar. Sehingga pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi empat shift dari pukul 8 pagi hingga 4 sore yang awalnya direncanakan hanya dua shift saja.
Tedy Nugroho, pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program ini didasari pengalaman sebagian besar peserta yang umumnya masih menggunakan mesin jahit kuno dengan keterampilan yang kurang memadai. “Karena itu kami mengajak mereka bergabung dalam kegiatan ini. Semoga ke depan mereka punya ketrampilan menjahit yang berkelas. Sehingga kita bisa berikan promosikan kepada para donatur YDSF atau masyarakat luas, mulai seragam sekolah, busana muslim ataupun seragam kerja.
Di lokasi pelatihan, tersedia tersedia 9 unit mesin jahit dengan berbagai fungsi seperti jahit, obras, neci, dsb. Salah seorang peserta mengungkapkan rasa bersyukurnya mengikuti kegitan ini. “Saya merasa senang dengan pelatihan ini karena dapat pengalaman kerja baru serta penambahan keterampilan. Di sini juga banyak relasi untuk mengembangakn usaha menjahit,” kata Yani Kristianto, warga Krukah Utara.
Kristiana, peserta lainya warga krukah lain memberikan masukan. “Sebaiknya mesin jahitnya ditambah, karena pesertanya banyak. Kadang saya sampai antri di luar menunggu giliran. Tapi saya senang pelatihan di sini karena memakai mesin listrik yang lebih modern, di rumah cuma pakai mesin jahit kuno,” ucapnya ambil tersenyum.
Selain pelatihan menjahit, peserta diajak ikut pembinaan rohani di Masjid Al Mubarok Krukah Utara serta baca tulis Al Quran setiap dua minggu. “Agar ada keseimbangan antara penambahan ketrampilan dan penambahan wawasan agama,” pungkas Tedy.(naskah & foto: max).{}
