Selama November, KUM Suntik Modal Rp 74,8 Juta
Artikel oleh: admin pada December 13, 2011 pukul 14:10 WIB. 3 Komentar
Kelompok Usaha Mandiri (KUM) YDSF Surabaya semakin memperluas jaringan anggotanya. Selama November 2011, Program KUM telah menerima 51 anggota baru dengan jumlah suntikan modal Rp 74.835.000. Kali ini YDSF mengucurkan modal usaha bagi anggota di wilayah Magetan dan Bojonegoro. Khusus di Magetan, penyerahan dilaksanakan di dua tempat, Desa Selotinatah dan Desa Bendo pada Ahad (27/11). Selotinatah dipilih untuk anggota yang berada di Kecamatan Panekan, Mberan, Lembeyan, Banjarejo, Buluharjo, Sebayan, & Kledo’an. Sedangkan untuk Desa Bendo bagi anggota di Kecamatan Magetan. Para anggota KUM ini termasuk kategori KUM Pedesaan yang berbasis wilayah binaan para dai YDSF Surabaya. Sebelumnya, para dai desa mengumpulkan beberapa orang anggota majelis taklimnya yang terseleksi untuk diusulkan menerima modal usaha. Untuk Desa Selotinatah yang hadir menerima modal usaha sebanyak 6 orang sebagai penjaminnya Ustadz Sumarno. Di Desa Bendo terpilih 36 anggota baru dengan penjamin Ustadz Hariyadi. Sedangkan anggota KUM dari Bojonegoro binaan Ustadz Driarso berjumlah 8 orang yang datang ke YDSF Surabaya untuk menerima moda l pada Rabu (30/11). Kamil Muchtar, Koordinator KUM Pedesaan, menyatakan di antara pertimbangan pemilihan dua wilayah ini adalah misalnya Magetan memiliki potensi usaha yang sangat besar terutama bidang pertanian dan peternakan. Namun di sisi lain para dai dan beberapa anggota majelis taklimnya yang memiliki usaha terkendala suntikan modal dalam meningkatkan hasil produksi. “Sebenarnya mereka menerima banyak tawaran dari sejumlah koperasi dan bank dengan pinjaman menggunakan bunga yang tinggi,” ungkap pria asal Medan, Sumatera Utara ini. YDSF Surabaya, lanjutnya, selaku lembaga yang dipercaya para donatur untuk pengelolaan dan penyaluran dana melakukan inisiatif untuk mengucurkan modal tanpa bunga dan sistem bagi hasil. “Para anggota hanya dipersilakan infaq sukarela,” imbuhnya. Secara umum, anggota KUM Magetan dibagi dalam dua kelompok yaitu Kelompok Tani Mandiri Indonesia (KTMI) yang dikoordinir Ustadz Hariyadi. Yang kedua Kelompok Peternak Ayam yang dikoordinir Ustadz Sumarno. “Tujuannya untuk mempermudah tim untuk melakukan pemetaan,” jelas Kamil. Jalannya acara pencairan bantuan modal usaha di Desa Selotinatah penuh kekeluargaan. Tim Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan menjelaskan perjanjian yang harus dipatuhi anggota seperti mengikuti taklim rutin sebulan sekali yang dibina para dai. Sedangkan pencairan di Desa Bendo diawali dengan makan bersama dengan nasi hasil tani pupuk organik seperti beras organik dan sayuran organik.
Seorang peternak ayam Desa Selotinatah mengatakan program modal usaha YDSF ini sangat membantu dalam menjalankan usaha peternakan ayam ini. Sedangkan salah seorang anggota yang petani menyatakan, “Modal yang diberikan YDSF berguna bagi kami untuk membeli pupuk organik dari KTMI. Karena pupuk organik yang dibuat dan dikelola oleh KTMI memiliki manfaat yang besar terutama hasil panennya melimpah dengan kualitasnya yang tidak kalah dari beras pasaran.”
Sementara itu, anggota KUM asal Bojonegoro menyatakan rasa syukurnya atas program ini. “Rombongan yang ke YDSF ini semuanya punya usaha konter ponsel. Kami berharap ke depan ada kerja sama yang lebih strategis, tidak hanya sebatas pemberian modal usaha,” tukas salah satu anggota.{}


assalamualaikum wr wb sy Evi donatur dari YDSF Malang ikut bersyukur membaca artikel diatas,semoga dengan program pemberdayaan tingkat ekonomipun semakin meningkat…sy kini sedang merintis usaha supplai bahan organik,beras&sayur organik mungkin kedepan perlu jg ayam dan telur ayam organik,mungkin kedepan bisa terjalin kerjasama yg baik aminn ya robal alamin…dimana sy bisa menghubungi klu perlu ayam+telur organik?……wassalam….
Wa alaikumsalam wr wb, Silakan email ke info@ydsf.org atau tlp 031-505 6650.Terima kasih
Jihad melawan jaringan lintah darat dan tengkulak dengan ancaman yang nyata