Adakan Pelatihan Penyembelihan Terstandar

pelatihan qurban1

Artikel oleh: pada October 26, 2011 pukul 17:15 WIB. Belum ada komentar

Dua pekan menjelang Idul Adha 1432, persiapan Program SaTe (Salur-Tebar) Qurban YDSF Surabaya mulai meningkat. Salah satunya adalah pelatihan penyembelihan bagi dai dan imam masjid. Rabu (26/10) para dai dan imam masjid mengikuti pelatihan penyembelihan hewan qurban di kantor 2 YDSF Surabaya. Kali ini, tim penyaluran SaTe qurban mengundang Ustadz Ainul Yaqin, Kepala Bidang Sosialisasi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan & Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) sebagai instruktur.

Guritno Kepala Divisi Penyaluran, menginginkan tim SaTe qurban tahun ini benar-benar siap. “Bukannya kami tidak percaya dengan kemampuan para ustadz sekalian. Tapi kami hanya ingin memastikan bahwa proses penyembelihan qurban kita sesuai kaidah syariat dan memenuhi standar kesehatan,” kata Guritno dalam sambutannya.

Menurut Ainur Rohim, manajer Bidang Dakwah & Masjid, tim SaTe qurban YDSF mengundang pihak LPPOM MUI dalam rangka menjelaskan konsep penyembelihan yang higienis. “Belum lama ini kan ada isu penyakit ternak. Karenanya, kami ingin pihak yang berkompetenlah yang menjelaskannya,” ungkap Ainur.

“Sering kali kita kurang memperhatikan psikologis hewan. Padahal jauh-jauh hari Rasulullah saw. mewanti-wanti agar berlaku ihsan (sebaik-baiknya) ketika menyembelih. Misalnya Nabi saw. mengingatkan agar mempertajam pisau sehingga tidak terlalu menyakiti. Karena itu, dalam teorinya sebelum disembelih jangan sampai hewan itu stres. Jadi sebelumnya dijauhkan dari lokasi penyembelihan,” jelas Ainul Yaqin. “Belakangan ini ‘kan Indonesia disorot soal animal walfare. Kita dianggap kurang peduli soal perikehewanan,” tambahnya sambil tersenyum. Selain memaparkan dalil-dalil syar’i dan konsep higienitas penyembelihan, auditor LPPOM MUI Jatim itu mempraktikkan teknik penyembelihan pada seekor kambing contoh yang telah disiapkan panitia.{}