Pelajar Vs Narkoba, Tema Pondok Ramadhan Dai Lumajang

pelajar vs narkoba1

Artikel oleh: pada August 12, 2012 pukul 03:15 WIB. 2 Komentar

Jawa Timur yang menjadi peringkat pertama dalam peredaran serta pengguna narkoba dan Kabupaten Lumajang yang menempati peringkat sepuluh dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur. Inilah alasan utama kami mengadakan kegiatan Ansyitoh Ramadhan berupa Pesantren Kilat Pelajar 2012 yang bertema Pelajar Vs Narkoba.

Sesuai dengan tema, maka sasaran kami adalah para pelajar utamanya yang ada di wilayah kecamatan Yosowilangun dan sekitarnya. Sebab ternyata di Kabupaten Lumajang kasus pengguna Narkoba dominan dilakukan oleh para pelajar yang justru berada di daerah pinggiran seperti desa-desa dan kecamatan. Diikuti oleh 92 pelajar SMP dan SMA, kegiatan ini cukup ramai dan semarak. Apalagi cara penyajian dari narasumber yang apik dan variatif seperti adanya game semakin menambah hidupnya suasana acara Pesantren Kilat Pelajar kali ini.

Acara ini dilaksanakan pada 6 Agustus 2012 di Aula SDIT Ar Rahmah Yosowilangun dimulai dari pukul 11.00 hingga waktu berbuka puasa. Seluruh peserta dan panitia ikut santap buka dan shalat Maghrib berjamaah. Ada tiga pemateri dari berbeda instansi/lembaga yang punya perhatian khusus terhadap para pelajar.

Materi pertama disampaikan oleh Ustad Arif Widjayanto, dari Damar Club Kabupaten Lumajang. Dalam penyampaianya Ketua Damar Club itu memaparkan pentingnya pelajar muslim punya perhatian yang lebih terhadap ilmu-ilmu agama. Sebab dengan pemahaman agama yang baik dan benar para pelajar akan selamat menghadapi tantangan globalisasi yang sekarang sama-sama dihadapi.

Materi kedua disampaikan setelah shalat Dhuhur sampa waktu shalat Ashar. Sebuah tim khusus dari Badan Narkotik Kabupten/kota (BNK) Lumajang didapuk menjelaskan bahaya dan antisipasi narkoba. Tim yang terdiri dari enam orang ini memberi wawasan seputar narkoba, mulai dari jenis, peredaran, jaringan sampai apa efek dari para penggunanya.

Sedangkan pemateri pamungkas dibeberkan Ustadz Tasirin dari Primagama Kabupaten Lumajang. Ia menjelaskan apa saja yang seharusnya menjadi perhatian lebih dari para pelajar muslim. Misalnya fokus dengan prestasi demi menjadikan diri lebih berkualitas. “Akan lebih keren kalau kita maju karena prestasi bukan keren dengan narkoba,” tandasnya.

Sesaat sebelum berbuka puasa ada sesi taaruf/perkenalan dan pembagian doorprice berupa 10 mushaf Alquran mungil dan beberapa buku motivasi. Dalam taaruf-nya, Ustad Mujib Wahyudi, ketua panitia menyatakan latar belakang dan maksud acara Pesantren Kilat 2012 ini. “Kegiatan merupakan rangkaian program kerja dai dan imam masjid binaan YDSF di Lumajang. Seluruhnya didanai donatur YDSF agar para dai bisa memanfaatkan momen Ramadhan sebagai sarana dakwah dan berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat binaan,” katanya.

“Semoga acara ini bermanfaat bagi anak-anak binaan dan tentunya semoga Allah swt. mencatat ini sebagai amal jariyah para donatur YDSF,” tutur Mujib saat penutupan.(ditulis: Muhammad Hanafi, dai binaan Program Dai Desa [PDD] YDSF).{}

FacebookTwitterGoogle+Google BookmarksYahoo MailPrintShare





2 Komentar pada “Pelajar Vs Narkoba, Tema Pondok Ramadhan Dai Lumajang”
  1. Asiyah says:

    Sudah saatnya Pemerintah Lebih serius menangani Narkoba bukan hanya sibuk ngurusi teroris saja, karena Dampak Narkoba jaaauh lebih berbahaya daripada teroris yang bisa jadi juga bukan teroris.

  2. anonymous says:

    hehe..terorisnya baru muncul waktu ada masalah dengan korps baju coklat..#RekeningGendut dan #KorupsiSimulatorSIM



Tinggalkan Komentar

(required)

(required)