Pelatihan Manajemen Masjid, Agar Jamaah Subuh=Jumat

pelatihanmasjid1

Artikel oleh: pada May 24, 2012 pukul 13:35 WIB. 6 Komentar

“Membayar pun kami rela, tidak rugi kami jauh jauh mengikuti pelatihan Manajemen Masjid ini.” Begitulah salah satu komentar Muzakki, seorang pengurus Masjid Baiturrahman Juwingan, Surabaya ketika menjadi peserta Pelatihan Manajemen Masjid di Masjid Jogokariyan Yogyakarta (10-12/5). Pelatihan yang dihelat Bidang Dakwah dan Masjid YDSF merupakan kali ketiga setelah pelaksanaan edisi 2010 dan 2011 lalu. Sebanyak 73 orang dari berbagai kota di Jawa timur untuk diundang menjadi peserta pelatihan ini. Mereka terdiri para dai, pengurus/takmir dan imam masjid di lingkungannya masing-masing.

Pelatihan ini diadakan untuk membekali wawasan baru bagi para dai, imam maupun para takmir masjid  dalam mengelola dan memakmurkan masjid. Mengapa harus di Masjid Jogokariyan Yogyakarta? Menurut Ainur Rohim, Manajer Bidang Dakwah & Masjid, Jogokariyan cukup sukses mengelola dan memakmurkan Masjid.

“Jamaah shalat Subuhnya hampir menyamai Shalat Jumat. Belum lagi maraknya kegiatan masjidnya. Saking ramainya, sampai-sampai ada 30 lebih bidang yang ada di struktur organisasi masjid. Hebatnya lagi, semua bidang itu tetap aktif, tidak sekadar tercantum namanya. Mulai kegiatan jamaah bapak, ibu, remaja, keluarga muda hingga anak-anak,” paparnya.

Para peserta mendapat materi pengelolaan masjid dari para pengurus Masjid Jogokariyan antara lain Urgensi Silabus Materi Khutbah dan Ceramah serta Tekhnik Penyusunannya (oleh Ustadz Salim A. Fillah); Urgensi, Peran, dan Fungsi Masjid pada Masa Rasul (oleh Ustadz Suhariyanto); Pengalaman Masjid Jogokariyan dalam Mengelola Masjid (oleh Ustadz M. Subban Rizali Noor); dan Langkah-langkah Pemakmuran Masjid dan Penanganan Krisis Masjid (oleh Ustadz M. Jazir, ASP). Bagi yang penasaran dengan masjid Jogokariyan, bisa membuka situsnya di http://masjidjogokariyan.com/

Di akhir pelatihan, peserta dikelompokkan menjadi beberapa regu diskusi. Dalam diskusi tersebut dapat terlihat bagaimana kebiasaan mereka ketika musyawarah. “Ada yang terlihat mendominasi, ada juga yang manut saja,” ungkap Ainur. “Mudah-mudahan nantinya ada  penambahan wawasan serta terkikisnya penyakit yang sering menjangkiti pengurus masjid kita seperti jebakan ashabiyah (fanatik golongan tertentu, Red.),” tutur alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menandaskan.(naskah inoor foto ikak).{}






6 Komentar pada “Pelatihan Manajemen Masjid, Agar Jamaah Subuh=Jumat”
  1. asbu says:

    akan lebih terealisasi jika YDSF bikin mesjid prcontohan didaerah / desa dimana dai dg masyarakat binaanya bisa meralisasikan sebuah mesjid yg ideal seperti Mesjid Jokokarian Yogyakarta

  2. David Juan says:

    Baru pertama saya mengetahui Masjid dengan aktifitas yang Paripurna sepertyi Masjid JOGOKARIYAN.Saya berharap untuk bisanya dikrimkan materi tentang Pengalaman & teknical rekrutmen,karena beberapa Ustadz saya SEDANG MEREFORM sebuah Masjid yang Para Takmirnya bercita2 MEMAKSIMALKAN MASJID SEBAGAIN PEMBERDAYA JAMAAHnya,,,,,,,,Saya tunggu Ustadz,Wass ww : David Juan,member of PiTi di Banyuwangi

  3. admin says:

    @David: Insya Allah materi akan kami kirim ke email Anda sesegera mungkin.Semoga Allah swt mudahkan gerak dakwah saudara PITI di Banyuwangi, yassarakumullah umurakum. amin

  4. agus wiyono says:

    aku pernah ngikut pelatihan di ponpes assalam di sukoharjo,penyajinya dari masjid jogokriyan,menarik dan unik tapi sayang materinya tidak di kopikan dan aku tidak dapat mengikuti sampai selesai karena ada acara lain yang harus aku hadiri padahal kami ingin baca-baca lebih lanjut kalau bisa ya mencontoh semampunya.Jika diijinkan kami juga mohon dikirim materi seperti diminta david juan.trims ustad

  5. Zuhri Muntiara says:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya tertarik sekali dan ingin mendapatkan materi pelatihan2 dan info dari Masjid Jogokariyan.
    Untuk saya paparkan pada jamaah & masyarakat lingkungan saya.
    Atas banrtuannya saya mengucapkan terima kasih, saya tunggu emailnya dialamat tersebut

  6. sebanyak mungkin harus dikembangkan tipe komunitas/ jama’ah masjid seperti di jogokaryan



Tinggalkan Komentar

(required)

(required)