Songsong Hari Guru, YDSF Gelar Pelatihan Mendongeng
Artikel oleh: admin pada November 13, 2011 pukul 16:24 WIB. Belum ada komentar
Memperingati hari guru 25 November ini, YDSF Surabaya mengadakan workshop mendongeng bagi bunda pengasuh balita dan orang tua. Kegiatan yang bertajuk Bundaku Jago Mendongeng itu dilakukan di aula Pesantren Al Quran Nurul Falah Jalan Ketintang PTT Timur Surabaya, Ahad (13/11). Ratusan guru, orang tua, dan pengasuh anak mengikuti kegiatan yang berlangsung setanga hari itu. Dina Anisa, koordinator acara, mengatakan acara ini sengaja digelar untuk memperingati Hari Guru Nasional dan menyosialisasikan media dongeng dalam menyampaikan pelajaran atau informasi kepada anak asuh. Karena melalui media dongeng, pesan pelajaran yang disampaikan dapat lebih efektif tersampai dan dipahami oleh anak-anak didik, bila dibandingkan dengan penyampaian langsung yang terkesan monoton. “Tidak sedikit dari kita yang kurang menyadari manfaat dongeng.Padahal banyak sisi positif yang bisa diperoleh dari kebiasaan mendongeng. Beberapa manfaatnya adalah melatih anak untuk berintuisi dan gemar membaca,” ujar Dina. Selain itu, media dongeng juga bisa jadi sarana ampuh untuk melatih dan menanamkan karakter mulia kepada anak-anak misalnya jujur, pemberani, penolong, & amanah. Sementara itu, Khoirul Anam, Humas YDSF menyatakan bahwa salah satu bidang garap YDSF Surabaya adalah sektor pendidikan. Oleh karena itu, YDSF merasa terpanggil untuk ikut andil dalam upaya meningkatkan kualitas guru. “Salah satu ikhtiar kami ya pelatihan semacam ini. Kami berharap pelatihan ini bisa membantu para pendidik menciptakan suasana kegiatan belajar yang lebih efektif dan interaktif melalui dongeng,” katanya. Bertindak sebagi pemateri dan instruktur adalah Kak Awam Prakoso, pendongeng nasional dan pendiri Kampung Dongeng Ciputat Tangerang. Dalam kesempatan ini, Kak Awam memaparkan panduan dalam mendongeng antara lain mencari sumber cerita dari hadits atau Al Quran, membuka cerita dengan cara mengesankan, atur posisi tubuh dengan baik (diam, pindah atau bloking), dsb. “Untuk menambah kesan, berikan suasana & nada tertentu seperti suara hewan, angin, dll. Ohya, jangan bungkus dongeng dengan sindiran atau khutbah. Karena yang penting dari dongeng itu adalah tersampainya pesan dan menyenangkan,” jelas penggagas kampungdongeng.com ini. Untuk lebih menjiwai karakter cerita, setiap peserta pelatihan diberi boneka jari. Para peserta juga diajak langsung praktik mendongeng dengan berbagai teknik bertutur dan nada suara sesuai tema cerita.{}
baca juga:
