Tawari LP Maarif Jatim Kerja Sama Pendidikan

kunjunganpwlpmaarif

Artikel oleh: pada June 16, 2012 pukul 14:59 WIB. Belum ada komentar

Berselang tiga hari dari kunjungan ke Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Jatim, YDSF bersama KPI bersilaturahim ke Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdhatul Ulama Jawa Timur (15/6). Masih dengan tema yang sama, kunjungan ini tetap mengusung tawaran  kerja sama dalam proyek peningkatan kualitas guru dan sekolah.

Sobikhul Qisom, Direktur Kualita Pendidikan Indonesia (KPI), mengungkapkan selama ini pelatihan-pelatihan KPI banyak yang dinikmati lembaga pendidikan di lingkup LP Maarif di Jawa Timur. “Selama bertahun-tahun, produk-produk pelatihan KPI yang didanai YDSF telah digunakan jaringan sekolah NU dan juga LP Maarif di banyak kota. Yang paling sering misalnya jaringan sekolah LP Maarif Lamongan, meskipun di kota lain juga ada. Nah, ke depan kerja sama ini harus punya desain yang lebih besar dan kita garap bersama. Selama ini ‘kan hanya parsial, ada request lalu kami layani. Ke depan harus dalam konteks yang lebih strategis. Karena kami anggap pengurus wilayah punya data yang lebih lengkap,” papar mantan kepala sekolah SD swasta ini.

Pihak PW LP Maarif Jatim pun punya pendapat yang tak jauh berbeda. Akhmad Muzakki, Ketua PW LP Maarif Jatim, mengakui kiprah KPI dan YDSF telah banyak memberi kontribusi positif bagi dunia pendidikan di lingkungan LP Maarif Jatim. “Program-program KPI yang di-back up YDSF telah mendapat rekomendasi pengurus wilayah. Jadi ini sudah bukan isu lagi, tapi sudah masuk gerakan penguatan. Maka kami harap pertemuan ini menghasilkan pola kerja sama yang lebih konkrit,” tutur dosen Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Kedua belah pihak bersepakat akan mengadakan pertemuan kedua yang lebih teknis sifatnya. “Ini ‘kan Jumat. Maka pertemuan kita tidak bisa mendalam karena harus persiapan shalat Jumat. Kami tunggu draft peluang kerja samanya agar kami bisa diskusikan lebih mendalam dengan pengurus lengkap,” ujar Muzakki yang juga dosen Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Hal senada juga dikatakan Guritno, Kepala Divisi Pendayagunaan YDSF. “Anggaran program peningkatan kualitas guru pada 2012 ini telah kami canangkan sejak akhir 2011 lalu. Jadi kami persilakan PW LP Maarif pelajari tawaran kami melalui draf dari KPI. Kami tunggu responnya sesegera mungkin,” jelas mantan guru olah raga di SMP Islam ini menandaskan.{}