Dai Pulau Talango Perlu Alat Transportasi
Artikel oleh: admin pada October 12, 2011 pukul 15:44 WIB. 2 Komentar
Bantu Program ini
Untuk memberikan donasi terhadap kegiatan ini Anda harus terdaftar sebagai donatur terlebih dahulu Klik di sini untuk mendaftarkan diri.
Setiap orang beriman punya kewajiban amar makruf nahi munkar ‘mengajak kebaikan-mencegah kejahatan’. Allah swt. berfiman, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. At Taubah 71).
Namun, masing-masing kita punya kapasitas untuk menunaikan kewajiban ini. Ada yang memang khusus terjun sebagai mubaligh, ada juga yang mendanainya, dsb. Salah satu bidang garap YDSF Surabaya adalah merealisasikan dakwah islamiyah sebagai bagian menunaikan kewajiban amar makruf nahi munkar.
Dari sekian banyak dai yang berada di lingkungan YDSF Surabaya, Ustadz Asbu termasuk yang cukup gigih perjuangan. Ia bertugas membina masyarakat di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Pulau Talango berada di tenggara pulau Madura. Untuk mencapai Talango, kita akan harus menuju Kalianget, kota kecamatan sebelah tenggara Sumenep. Jarak Sumenep-Kalianget sekitar 20 menit dengan sepeda motor.
Kemudian kita harus menyeberang dengan perahu kayu ke Pulau Talango kurang lebih setengah jam dari Kalianget. Meskipun perahu kayu, tapi cukup besar untuk bisa dimuati sebuah truk dan sejumlah motor. Inilah satu-satunya transportasi menuju Talango. Kalau pagi, perahu siap mengantar warga yang lalu-lalang. Namun, menginjak siang atau sore hari perahu tidak selalu siap.
Asbu tinggal di Desa Palasa, salah satu dari 8 desa di Pulau Talango. Mayoritas warga Talango mencari nafkah sebagai nelayan dan pedagang. “Pada dasarnya banyak yang petani. Tapi menggarapnya kalau musim hujan saja. Kalau kemarau, banyak yang merantau jadi nelayan di Banyuwangi atau pedagang di Sumenep,” jelasnya.
Asbu sendiri sehari-hari mengajar MI Al Hikmah Desa Palasa. Meski mengajar, ia tidak mendapat gaji dari sekolah. “Lha wong saya ketua yayasannya. Malah saya yang menggaji guru-guru atau juga cari dana dari luar,” tuturnya. Ia mengungkapkan guru-guru madrasah digaji Rp 150 ribu per bulan.
Untuk menunjang ekonomi keluarga, istri Asbu berjualan di pasar. “Alhamdulillah, istri saya punya kios sembako di pasar. Kebetulan rumah kami dekat pasar,” sambungnya sambil tersenyum. Dari YDSF Surabaya, ia mendapat support Rp 850 ribu per bulan. Menurut Ainur Rohim, Manajer Dakwah & Masjid YDSF Surabaya, nilai ini baru disetujui pengurus YDSF pada 2011. “Sebelum itu honor dai Rp 750 ribu,” papar Ainur.
Di luar itu Asbu punya amanah membina majelis taklim dan santri TPQ. Ada 7 komunitas yang ia bina, yaitu:
1. Majelis Taklim al-Mukhlishin
2. Majelis Taklim adz-Dzikr
3. Majelis Taklim Nurul Ilmi
4. Majelis Taklim Yasinan Kaum Ibu
5. Majlis Taklim Kelompok Tani Mopos
7. TPQ al-Mujahidin
8. Madrasah Diniyah Mathali’ul Anwar
Ia mengungkapkan bahwa berdakwah di pedesaan sangatlah banyak kesannya dan insya Allah sangatlah banyak peluang pahalanya karena berbagai peluang kebaikan yang tersedia. Dan tentunya juga butuh banyak ‘modal’ untuk bisa meraih itu semua. Dari modal ilmu, kesabaran, waktu, tenaga dan juga tentunya sarana.
Acap kali, saat ia pulang dari majelis taklim di malam hari tiba-tiba ada orang yang mencegat di jalan yang sempit dan gelap hanya untuk memintanya untuk mampir ke rumahnya di kampung sebelah. “Ternyata keperluannya hanya minta agar saya mau mendoakan anaknya yang ada di pondok pesantren supaya betah. Selama ini sang anak tidak kerasan dan minta pulang,” tutur bapak 4 anak ini.
Sudah menjadi kebiasaan, majelis taklim yang ia bina diadakan dari rumah ke rumah jamaah taklim, jarak rumahnya sangat berjauhan. Sementara satu-satu kendaraan ia gunakan adalah Yamaha Alfa tahun 1988. “Mesinnya sering mati, ya harus ditarik atau dititipkan di rumah penduduk,” ungkapnya.
Padahal Asbu juga harus melayani undangan warga dari dalam maupun dari luar desa. “Kadang selamatan sunnatan, mau berangkat ke pesantren, perkawinan, pengobatan ruqyah atau peringatan hari-hari besar Islam. Sering juga acara-acara kematian,” cerita alumnus Lembaga Bahasa Arab & Ilmu Quran (LBIQ) Tanah Abang Jakarta ini.
Tidak hanya itu, ia juga harus membantu urusan administrasi warga dengan motor tuanya itu. Ia biasa mengantar orang menguruskan KTP, ke rumah sakit bahkan sekalian mencarikan pinjaman uang untuk biaya rumah sakitnya. “Malah sesekali waktu diminta mendampingi menghadapi kasus-kasus yang berkaitan dengan hukum baik pidana maupun perdata. Saya anggap ini kesempatan dan peluang mendulang kebaikan,” ucapnya bersemangat.
Karena itu, ia berharap partisipasi kaum muslimin untuk mendukung mobilitas dakwahnya dengan pengadaan kendaraan yang lebih memadai. Teringat sebuah hadits Nabi Muhammad saw. yang artinya, “Barang siapa menyiapkan seorang yang berperang di jalan Allah, maka sungguh dia telah mendapatkan (pahala) perang, dan barang siapa yang menanggung keluarga orang yang berperang maka dia telah mendapatkan (pahala) perang” (Muttafaq alaih dari Abi Abdurrahman Zaid bin Khalid Al-Juhani ra).{}
Biodata Ustadz Asbu
- Asbu, dai Pulau Talango
Nama: ASBU
T L : Sumenep, 24 Juni 1967
Alamat : Desa Palasa Kec.Talango, Sumenep
Istri : Sutarsih
Anak:
1. Ach. Faqih al Mahdi (16 th)
2. Generazi Rabbani (13 th)
3. Audia Itsara (9 th)
4. Natasha Sabrina az-Zahra (5 th)
Majelis Taklim binaan:
- Majelis Taklim al-Mukhlishin
- Majelis Taklim adz-Dzikr
- Majelis Taklim Nurul Ilmi
- Majelis Taklim Yasinan Kaum Ibu
- Majlis Taklim Kelompok Tani Mopos
Lembaga Binaan:
- TPQ al-Mujahidin
- Madrasah Diniyah Mathali’ul Anwar
- Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah


semoga dimudahkan Allah taala seluruh aktifitasnya terutama dakwah nya dan semakin menjadikan keluarganya menjadi keluarga yg senantiasa diberkahi
Saya jg orang talango, tp Alhamdulillah tempat tinggal g sjauh itu. smoga jlannya di mudahkan oleh ALLAH SWT. Amien….