Apa yang Terjadi pada Keturunan? (Bila Dunia Tanpa Islam bag 4-habis)

Artikel oleh: pada February 8, 2011 pukul 07:24 WIB. 1 Komentar

Seandainya Islam undur dari panggung kehidupan, niscaya segala sesuatu yang ada di bumi ini tidak ada yang berada pada tempatnya dan semuanya dalam keadaan yang tidak tetap. Norma-norma akan menjadi tidak karuan dan nilai-nilai menjadi jungkir balik. Yang kemarin diharamkan, pada hari ini akan menjadi barang halal. Begitu pula sebaliknya. Apa yang ditetapkan hari ini, esoknya dibatalkan. Dan apa yang ditetapkan esok harinya, lusanya tidak akan berlaku lagi.

Tanpa Islam, segala sesuatu yang ada dalam manusia dan untuk manusia akan musnah. Di sini akan diungkapkan 5 persoalan kemanusiaan terpenting yaitu agama, akal, harta, jiwa, dan keturunan (dikutip dari Al Islam, Said Hawwa, seri 03, Al Ishlahy Press, tanpa tahun). Di sini akan dijelaskan pula secara rinci bagaimana semua itu akan musnah jika tanpa Islam. Yang akhirnya manusia itu sendiri akan musnah bila tanpa Islam.

5. Keturunan

Memelihara keturunan juga merupakan salah satu dari lima keperluan asasi manusia. Dan pemeliharaan ini dapat melestarikan keturunan manusia.

Manusia tidak akan mampu memelihara keturunannya kecuali dengan tegaknya Islam. Dan apabila kaum Muslimin memerintah dunia, maka keturunan manusia akan lestari dan terpelihara.

Penelitian sederhana tentang apa yang terjadi di dunia sekarang, berkenaan keturunan ini, menjelaskan kepada kita akan kemana keturunan manusia ini meluncur?

Di Perancis misalnya, angka kelahiran terus-menerus menurun sejak dekade 1960an. Di Jerman, rasio kelahiran seorang wanita usia produktif (15-49 tahun) hingga 2006 hanya 1,36 anak. Bersama Italia dan Spanyol, Jerman termasuk paling rendah di Eropa. Sedangkan rata-rata wanita di dunia rasionya 2,56 anak. Rasio wanita Indonesia mencapai 2,6 anak. Untuk Asia, Korea Selatan dan Jepang menempati angka yang paling rendah, bahkan dunia. Wanita Korsel hanya 1,13 anak. Bahkan kurang dari separuh rata-rata dunia. Padahal Korsel termasuk negara maju sangat sektor iptek dan ekonominya. Namun, mereka terancam kekurangan penduduk dan generasi di masa mendatang sebagaimana yang terjadi pada negara-negara maju lainnya di Eropa.

Dan pada permulaan abad XX militer Perancis terus-menerus kekurangan pemuda-pemuda yang layak menjadi sukarelawan, dari segi kesehatan badan dan lain sebagainya dalam waktu hampir setiap 8 tahun. Fenomena seperti ini terjadi pula di kalangan pemuda-pemuda Amerika Serikat (AS). Presiden AS pernah mengumumkan bahwa lebih dari satu juta dari sekitar enam juta pemuda-pemuda Amerika yang harus mengikuti wajib militer tidak laik menjadi tentara. Hal itu menunjukkan merosotnya sumber daya manusia Amerika secara umum akibat kehidupan boros yang digelutinya.

Dan dari Wina, Austria, terbetik sebuah berita bahwa kaum wanitanya sedang berproses menjadi jenis kelamin ketiga, bukan laki-laki dan bukan wanita. Fenomena ini terlihat dalam banyaknya wanita yang tidak dapat hamil tanpa sebab-sebab kemandulan. Ini diakibatkan hilangnya karakteristik kewanitaan yang disebabkan bebasnya mereka bergaul dengan kaum laki-laki dalam tempat pekerjaan dan tempa-tempat lainnya.

Lain halnya di Swedia. Di sana terjadi terus-menerus penurunan angka orang-orang berkeluarga dibanding dengan orang yang tidak mau berkeluarga. Tapi anehnya, nisbat kelahiran anak ‘haram’ terus meningkat dengan pesat bersamaan dengan itu, 20 persen dari dari pemuda pemudi yang sudah akil baligh tidak akan kawin selama-lamanya. Sedangkan nisbat thalaq (cerai) di Swedia adalah terbesar di dunia. Statistik Kemenetrian Urusan Sosial Swedia setiap 6 atau 7 daftar statistik terjadi thalaq satu.

Modern Kok Banyak Penyakit?

Di Perancis, jumlah tentara yang terpaksa harus diberhentikan dan dimasukkan ke rumah sakit, dalam dua tahun pertama setelah terjadi perang dunia pertama, dikarenakan mengidap penyakit kotor (Spilis) mencapai 75 ribu orang. Dalam satu tangsi tentara saja, dalam satu waktu, orang yang terjamgkit penyakit ini mencapai 242 orang. Penyakit ini akan mempengaruhi keturunannya secara mengerikan. Di AS antara 30 sampai 40 ribu anak mati karena korban penyakit kotor orang tuanya dalam setiap tahunnya.

Apa yang terjadi di dunia sekarang ialah 95 % hubungan seksual laki-laki dan perempuan telah berubah. Mereka mengubah cara hubungan seks dan akibat-akibat fitrinya dengan melalui proses pencegahan kehamilan. Sedangkan 5 % sisanya yang berhasil hamil dilakukan dengan cara menggugurkan anaknya atau membunuhnya (aborsi). Hakim Lancy (?) mengatakan, “Di AS sekurang-kurangnya 1 juta kehamilan dalam 1 tahun dan beribu-ribu anak lahir langsung dibunuhnya (digugurkan).”

Gadis-gadis Jerman akan merasa malu jika ia masih perawan. Dan alat-alat pencegah kehamilan tersedia di setiap pinggir jalan. Apakah semua itu untuk kemaslahatan keturunan manusia? Sesungguhnya keturunan manusia tidak akan dapat terpelihara sempurna kecuali dengan diberlakukannya ajaran Islam.

Karena itu, manusia tanpa Islam berarti membunuh dan menganiaya dirinya serta hidup dalam kepedihan, meski bergelimang kemewahan. Kemanusiaan tanpa Islam berarti menghancurkan dirinya, meruntuhkan kebahagiaannya dan hidup dalam nestapa yang berkepanjangan di dunia, apalagi di akhirat.(tamat).{}