Ajak Pengurus Panti Asuhan Terampil Kelola Ekonomi

pemberdayaan ekonomi panti

Artikel oleh: pada November 19, 2011 pukul 15:07 WIB. 2 Komentar

Sebagai sebuah lembaga, panti asuhan (PA) haruslah mampu eksis dalam berkiprah di ranah sosial. Tidak sekadar eksis, bahkan keberadaannya harus mampu menjawab tantangan zaman. Salah satu tantangan adalah sektor ekonomi-bisnis. Karenanya, YDSF Surabaya bersama Badan Kerja Sama Panti Asuhan Islam Surabaya (BKSPAIS) menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Panti Asuhan (19/11) di ruang aula Kementerian Agama Kota Surabaya. 

Sebanyak 55 pengurus PA se-Surabaya hadir di acara ini. “Kami mengundang perwakilan 78 PA anggota BKSPAIS. Namun yang perwakilan 21 lembaga,” kata Khoirul Anam, Manajer Bidang Pendidikan & Yatim YDSF Surabaya.  

Kegiatan ini, masih kata Anam, punya tujuan untuk memberi pencerahan dan pembekalan bagi pengurus PA. Selama ini terjadi kesalahan pola pikir & pola asuh pada sebagian besar anak yatim. “Pola asuh yang hanya 'menservis' yatim ternyata membuat mereka cenderung cengeng. Kami temukan misalnya anak yatim yang ogah-ogahan ikut piket kebersihan di panti. Ada pula yang mudah ngambek ketika mendapat teguran dari pengasuh. Ini semua akibat dari terlalu memanjakan mereka. Seakan-akan mereka sekadar makan, tidur & belajar saja di sana,” ungkapnya. 

Dengan pelatihan seperti ini, panitia berharap pengurus PA bisa melibatkan yatim dalam sejumlah aktivitas ekonomi di panti. “Dengan begitu, anak yatim dikenalkan dan dilibatkan pada realitas kehidupan nyata. Tentunya sebatas kadar yang sesuai dengan usia mereka,” tandas Anam. 

Kali ini, panitia mengundang pemateri dari Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri Pasuruan. Koperasi yang telah omset retailnya mencapai Rp 300 M per tahun itu mengirimkan dua pengurusnya, H. Baihaqi Juri (ketua) dan Ilham Wahyudi, SEI (bendahara). Dalam paparannya, Baihaqi menyatakan sudah seharusnya PA punya aktivitas pengembangan ekonomi. 

“Jangan selamanya mengandalkan santunan, jangan hanya 'menyusu' pada orang atau lembaga. Tawakkalnya harus ke Allah, bukan ke orang atau donatur. Ke depan harus punya usaha mandiri. Bisa bersama-sama beberapa panti untuk bikin usaha busana muslim. Ternyata Surabaya banyak disuplai dari Jawa Barat. Nah, ini kan peluang bagi warga Jatim. Atau jika ada kemauan bisa juga membuat usaha air minum dalam kemasan. Sidogiri sudah lama produksi. Kalau mau, kami siap bantu. Masa setiap acara selalu pakai air kemasan produk asing terus,” papar Baihaqi memberi semangat.

Dalam kesempatan ini, panitia mempersilakan PA Nurul Hayat Surabaya dan PA Jawiyah Badrie Surabaya untuk menceritakan pengalaman mengelola usaha. Nurul Hayat terkenal dengan katering aqiqahnya, sedangkan Jawiyah Badri mengembangkan rental mobil & laundry. Di akhir sesi, para anggota BKSPAIS bersepakat untuk mendirikan koperasi. "Selama ini sejumlah panti sudah punya beberapa usaha yang sudah berjalan, misalnya wakaf peternakan sapi perah atau rental mobil. Tapi karena kurang dikelola ya hasilnya tidak optimal. Semoga dengan adanya koperasi, usaha-usaha milik panti-panti ini bisa lebih baik tanpa mengganggu kegiatan panti. Semua ini demi kesejahteraan si yatim," tutur H.M. Abdul Kholiq Hamid, Ketua BKSPAIS.{}





2 Komentar pada “Ajak Pengurus Panti Asuhan Terampil Kelola Ekonomi”
  1. yasir says:

    saya sangateneng membaca berita ini.
    tp sy pengen naya bagaimana mendaptkan mudal awal,sedangkan yayasan kami tdk mempuyai saldo.trmh kasih

  2. naima says:

    saya senang sy jg hadir dan kasih saran diadaknnya koperasi utk BKSPAIS bagi yg ga ada modal gak perlu bingung qt tinggal ambil aja barang ke BKSPAIS biar BKSPAIS dpt dana n tetep eksis ok! klo sy btuh tenaga guru ke sidogiri bisa ga?



Tinggalkan Komentar

(required)

(required)