Seleksi DGSD, Peserta Ditanya Komitmen Dakwah
Artikel oleh: admin pada January 19, 2012 pukul 14:15 WIB. Belum ada komentar
Setelah menuntaskan diklat angkatan VI, hari ini (19/1) YDSF Surabaya bersama Yayasan Kualita Pendidikan Indonesia (YKPI) menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa DGSD angkatan VII di Graha Zakat YDSF Surabaya. Sebanyak 31 calon peserta diklat mengikuti serangkaian tes. Di antaranya tes tulis (akademis), wawancara, baca & hafalan Al Quran, dan Micro Teaching.
Menurut Maslacha, Kepala DGSD, seleksi ini merupakan lanjutan dari seleksi terdahulu. “Sebelumnya mereka telah mengikuti psikotes. Kali ini, tesnya lebih lengkap. Karena ada tim dari YDSF yang ikut interview. Tujunan interview untuk mengukur tingkat komitmen terhadap dakwah dan pendidikan,” ujarnya.
Selain mengikuti tes kompetensi guru, calon mahasiswa harus mengisi formulir kesediaan mengganti beasiswa dari YDSF jika keluar tanpa sebab yang dibenarkan atau indisipliner di tengah perkuliahan. “Karena beasiswa ini adalah amanah dari para donatur YDSF untuk kepentingan pendidikan, khususnya peningkatan kualitas kompetensi guru. Jika Anda mangkir, maka Anda harus mengembalikan dana yang telah terpakai, Rp 420.000 kali jumlah bulan yang telah ditempuh,” papar Arif Santoso, Direktur Operasional YKPI ketika mewawancarai salah satu calon mahasiswa.
DGSD (Diklat Guru SD) merupakan program pendayagunaan YDSF Surabaya yang bekerja sama dengan YKPI. Selama 2011, YDSF Surabaya memberi beasiswa sebesar Rp 240 juta untuk 40 mahasiswa DGSD yang sebelumnya telah lulus seleksi masuk. Diklat ini bertujuan membantu para calon guru maupun guru-guru di lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah untuk meningkatkan kompetensi dan komitmennya, khususnya pendidikan Islam.{}


